berdo’a pada Allah SWT.

7000000Minggu10 25 2007

Ketika kita di rundung masalah dan ingin ada jalan keluarnya adalah dengan berdo’a pada sang kholiq yaitu Allah swt. pada dasarnya manusia di ciptakan untuk beribadah kepada sang pencipta,biar bagai mana pun kita di tuntut untuk tetap di jalan yang lurus supaya menjalani kehidupan ini lancar tidak ada ringtangan dan yakin akan pertolongan Allah swt. dan jangan menyalahkan keadaaan yang membuat kita menderita , padahal kita sendirilah yang berbuat derita,karena kita di ciptakan untuk beribadah, mencari rezeki,berzakat,sholat,shodakoh,jihad,berpikir bagi yang punya akal,saling berbagi, ketika kita tidak melaksanakan apa yang Allah perintah kan siap siap lah menghadapi malapetaka,cobaan,ujian,siksaaan di dunia, kalau kita pelajari dalam contoh kita mencari rezeki, Allah katakan berbagi lah kepada sesama(infak) tapi kita lalaikan itu karena seolah olah rezeki kita itu adalah hasil jerih payah kita, padahal tidak. tampa bantuan Karunia Allah, kita tidak ada apa apanya, dibanding kan dengan rezeki yang melimpah yang telah Allah turunkan untuk sekalian uamt manusia untuk berbagi maka berakibat kita kikir,pelit,riya,takabur,bagi orang yang tidak bersyukur dan tidak mau berbagi kepada sesama manusia lah akan Allah Azab, di dunia dan di Akhirat. Manusia di ciptakan untuk saling bersaudara, berbagi rezeki, saling mengingatrkan antara sesama manusia biar tidak sesat di jalan yang (Lurus….???????) Wahai Manusia berpikirlah saling berbagilah anatar sesama……


rasa kehormatan bangsa

18000000Jumat08 25 2007

bangsa yang besar


tak setuju di wajib kan pakai kondom

1000000Sabtu07 25 2007

HIV/AIDSKondom adalah alat untuk orang menjadi selingkuh di belakang istri istri yang syah jadi saya tidak setuju adanya kampanye kondom, memenga kondom membuat aman bagi si pemakai dan yang menggunakannya. itu sama aja free sex di anggap boleh, sebetulnya kondom itu untuk pencegahan kehamilan bagi suami istri yang syah.

Kondom hanya untuk orang sehat, kalau kondom di jadikan alat untuk free sex itu adalah menghalalkan free sex. saya tidak setuju …………..titik dan bagi pengindap HIV,AIDS itu adalah balasan baginya yang tidak mau mengikuti aturan agamanya. dan bagi yang tidak pernah melakukan free sex kena AIDS/HIV itu cobaan baginya. amien semoga di lindungi dari godaan syaetan yang terkutuk …


islam kaffah5

29000000Sabtu07 25 2007

Luthfi Assyaukanie, JIL Jakarta. Saya agak berbeda pendapat dengan Ulil soal kaffah itu, yang karena itu pemahamannya tentang konsep itu menjadi melebar ke mana-mana, sesuatu yang bisa dihindari kalau istilah itu didudukkan dalam konteks al-Quran yang sebenarnya. Ulil, menurut saya, sudah “terpengaruh” dengan penafsiran awam yang mengartikan “silmi” semata-mata sebagai “Islam.” Karenanya, surah Albaqarah (208) itu dipahami secara literal: silmi=Islam, karena akar kata s-l-m sama dengan -i-s-l-m.

Padahal, kalau kita membuka tafsir-tafsir al-Quran dan membacanya secara kritis, kata “silmi” itu bukan berarti Islam, paling tidak bukan satu-satunya. Bahkan ada sebuah kiraat yang diriwayatkan dari A’masy, kata itu tidak dibaca “silmi” tapi “salami” yang tentu saja memiliki makna berbeda dari pengertian yang selama ini beredar. Perlu diketahui, kiraat ini sahih.

Zamakhsyari, imam tafsir yang menurut saya paling ahli dalam bahasa Arab, dalam tafsir Al-Kassyaf-nya, misalnya mengartikan istilah itu dengan “ketaatan kepada Tuhan.” Pendapatnya ini diperkuat dengan asbabun nuzul ayat tersebut, yang sesungguhnya ditujukan bukan untuk orang-orang Islam, tapi justru untuk Ahlul Kitab yang dalam konteks itu dianggap punya kecenderungan bersikap “sinkretis.”

Dalam konteks “silmi” yang berarti “islam” kita bisa membandingkannya dengan asbabun nuzul ayat tersebut yang jelas-jelas akan memberikan impresi berbeda dari yang selama ini kita pahami dari kaum literalis. Ayat itu diturunkan untuk Abdullah bin Salam, seorang Yahudi Madinah yang konon setelah masuk Islam tetap menjalankan ritual-ritual keagamaan lamanya (ia masih menjalankan ritual sabat dan membaca taurat dalam salat!), sesuatu yang membuat para sahabat “cemburu” dan kemudian protes kepada Nabi. Lalu, turunlah ayat “udkhulu fissilmi kaffah” itu sebagai protes untuk sikap keberagamaan Abdullah yang sinkretis itu.

Jadi, “kaffah” itu saya kira tak ada hubungannya dengan “berislam secara total” seperti selama ini dipahami, tapi ia hanyalah pesan untuk menghindari sinkretisme.


pengaturan samawi

29000000Sabtu07 25 2007

Pengaturan samawi

Indeks Islam | Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota
 
C. PENGATURAN SAMAWI (ORGANISATION CELESTE)

Yang kita dapatkan dalam Qur-an  tentang  pengaturan  samawi
pada pokoknya mengenai sistem matahari, tetapi disamping itu
terdapat isyarat-isyarat tentang fenomena-fenomena  di  luar
sistem  matahari  yang  pada  zaman  modern  ini sudah dapat
diungkapkan oleh ilmu pengetahuan.

Terdapat dua ayat penting yang ada hubungannya dengan  orbit
matahari dan bulan.

Surat 21 ayat 33:
                                              [Tulisan Arab]

Artinya: "Dan Dialah yang telah menciptakan malam
          dan siang, matahari dan bulan, masing-masing dan
          keduanya itu beredar di dalam garis edarnya."

Surat 36 ayat 40:
                                              [Tulisan Arab]

Artinya: "Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan
          dan malampun tidak dapat mendahului siang.
          Masing-masing beredar pada garis edarnya."

Dengan ayat tersebut,  telah  disebutkan  suatu  fakta  yang
sangat  pokok,  yaitu  adanya  orbit  untuk  bulan dan untuk
matahari;   dan    isyarat    tentang    berpindah-pindahnya
benda-benda  tersebut  dalam  angkasa (space) dengan gerakan
khusus.

Di samping itu ada  suatu  hal  negatif  yang  nampak  dalam
pembicaraan  ayat-ayat  tersebut; diterangkan bahwa matahari
pindah diatas orbit,  tetapi  orbit  itu  tidak  diterangkan
hubungannya  dengan  bumi.  Pada  waktu  Qur-an  diwahyukan,
manusia mengira bahwa matahari pindah tempat bersama  dengan
bumi  seperti keduanya terikat satu dengan lainnya. Gambaran
itu  adalah  sistem  geocentrisme  yang   tersiar   semenjak
Ptolomeus  pada  abad  II  SM, dan tetap dianut orang sampai
munculnya Copernicus pada abad XVI. Konsepsi Ptolomeus  yang
diterima  orang pada zaman Nabi Muhammad, tak tersebut dalam
Qur-an, baik dalam ayat ini atau ayat lainnya

ADANYA ORBIT BAGI BULAN DAN MATAHARI

Yang diterjemahkan dengan "orbit" adalah  kata  bahasa  Arab
"Falak." Banyak penterjemah Perancis mengartikannya sebagai:
Sphere. Memang itu arti dasar. Dr. Hamidullah menterjemahkan
dengan "orbit ."

Kata tersebut telah menimbulkan kesulitan kepada ahli tafsir
Qur-an pada zaman dahulu,  karena  mereka  itu  tidak  dapat
menggambarkan  perputaran bulan dan matahari; oleh sebab itu
mereka mempunyai gambaran yang kurang tepat atau malah  sama
sekali  salah  tentang  peredaran  bulan  dan matahari dalam
angkasa. Si Hamzah Boubekeur (seorang  ulama  Maroko)  dalam
terjemahan Qur-an yang ia lakukan menyebutkan bermacam-macam
tafsiran tentang falak seperti semacam axis (poros)  seperti
batang  dari  besi dan suatu kitiran berkeliling sekitarnya;
sphere samawi, orbit, alamat  zodiak,  kecepatan,  gelombang
...  Kemudian  ia  menambahkan  kata-kata  ahli  tafsir yang
masyhur al Tabari dari abad X-XI; "Kita  harus  tutup  mulut
jika  kita  tidak tahu." Hal tersebut menunjukkan bahwa pada
waktu itu manusia belum dapat mengerti arti: orbit, daripada
matahari  dan  bulan.  Sudah  tentu,  jika  kata "Falak" itu
menunjukkan  sesuatu  tentang  astronomi  pada  zaman   Nabi
Muhammad,   penafsiran   ayat-ayat   tersebut   tidak   akan
menimbulkan kesulitan.  Hal  tersebut  berarti  bahwa  dalam
Qur-an  terdapat  idea-idea  baru  yang  baru  beberapa abad
kemudian menjadi jelas.

1. ORBIT UNTUK BULAN.

Pada zaman kita sekarang ini banyak orang  sudah  mengetahui
bahwa  bulan  sebagai  satelit  bumi  berputar keliling bumi
setiap  29  hari.  Tetapi  perlu  diadakan  koreksi  tentang
kebulatan   orbit   oleh  karena  astronomi  modern  memberi
excentriq15 kepada orbit bumi dan orbit  bulan.  Karena  itu
maka  jarak  antara bumi dan bulan yang diperkirakan 384.000
km, itu hanya merupakan jarak pertengahan.

Di  atas,  kita  telah  melihat  bahwa  Qur-an   menonjolkan
faedahnya  mengamati gerak bulan untuk mengukur waktu (Surat
10 ayat 5, termuat pada  permulaan  bab  ini)  sering  orang
mengkritik  sistem  perhitungan  yang sudah kuno ini. Mereka
katakan tidak praktis tidak ilmiah jika dibandingkan  dengan
sistem  yang  didasarkan  atas  peredaran  bumi  di  sekitar
matahari  yang  dapat  kita   lihat   dengan   jelas   dalam
penanggalan Yulius.

Kritik tersebut memerlukan dua penjelasan:

 a) Qur-an, hampir 14 abad yang lalu, berbicara kepada
    penduduk Jazirah Arab yang biasa memakai perhitungan bulan.
    Perlu Qur-an bicara dengan mereka dalam bahasa yang mereka
    fahami dan tidak mengacaukan kebiasaan mereka untuk mengukur
    tempat dan waktu, apalagi kebiasaan itu memang cukup
    memenuhi kebutuhan. Kita tahu bahwa penghuni-penghuni Sahara
    biasa mengamati langit dengan petunjuk bintang-bintang atau
    mengetahui waktu dengan perantaraan tahap-tahap bulan, yaitu
    cara yang paling sederhana dan paling meyakinkan bagi
    mereka.

 b) Jika kita kesampingkan para spesialis dalam hal ini, kita
    dapat mengatakan bahwa pada umumnya orang tidak mengetahui
    persesuaian yang sempurna antara kalender Yulius dan
    kalender Bulan, 235 bulan lunar (perhitungan bulan) sama
    dengan 19 th. Yulius yang terdiri daripada 365.25 hari;
    lamanya tahun kita yakni 365 hari tidak benar betul, karena
    ia memerlukan koreksi setiap 4 th. (tahun kabisat). Dengan
    kalender Bulan, segala sesuatu terulang tiap 19 tahun
    Yulius. Ini namanya cyclus meton. Meton adalah seorang
    astronom Yunani yang pada abad V S.M. menemukan persesuaian
    total antara kalender Matahari dengan kalender Bulan.

2. YANG MENGENAI MATAHARI

Adanya orbit lebih sukar diamati,  oleh  karena  kita  biasa
menganggap bahwa sistem matahari diatur di sekitar matahari.
Untuk memahami ayat Qur-an, kita harus  menyelidiki  situasi
matahari  dalam  galaksi  kita  dan  menggunakan hasil-hasil
daripada Sains modern.

Galaksi  kita  memuat  jumlah  yang  sangat  besar  daripada
bintang-bintang  yang  dibagi  menurut suatu disk (bundaran)
yang tengahnya lebih  tebal  daripada  pinggirnya.  Matahari
menduduki tempat yang jauh daripada pusat disk tersebut.

Oleh  karena  galaksi  berputar  sendiri dengan axis sebagai
pusatnya, maka matahari itu beredar sekitar  pusat  tersebut
menurut   orbit   putaran.   Astronomi  modern  sudah  dapat
menghitung beberapa perincian. Pada tahun 1917 Shapley telah
mengatakan  bahwa  jarak  antara  matahari dan pusat galaksi
adalah 10 kiloparsecs; ini berarti dalam kilometer  angka  3
ditambah  dengan  17  nol.  Untuk  memutari dirinya sendiri,
galaksi dan matahari memerlukan 250 miliun tahun, dan  dalam
gerak  ini  matahari bergeser dengan kecepatan 250 kilometer
tiap detik.

Itulah gerakan orbit matahan yang disebutkan oleh Qur-an  14
abad  yang  lalu,  adanya  orbit  serta  bintang-bintang  di
dalamnya  telah  dibuktikan  kebenarannya   oleh   Astronomi
modern.

PETUNJUK KEPADA PERGESERAN BULAN DAN MATAHARI
DALAM ANGKASA (SPACE) DENGAN GERAK PRIBADI

Soal ini tidak disinggung dalam terjemahan-terjemahan Qur-an
yang  dilakukan  oleh  ahli-ahli sastra. Karena mereka tidak
mengerti astronomi, mereka menterjemahkan kata  bahasa  Arab
yang  menunjukkan  pergeseran  dengan  salah  satu arti kata
tersebut, yaitu berenang. Hal ini terjadi  dalam  terjemahan
Perancis  dan  dalam terjemahan Inggeris yang sangat populer
yaitu  terjemahan  Yusuf  Ali.   Kata   bahasa   Arab   yang
menunjukkan  pergeseran  dengan  gerak  pribadi  adalah kata
kerja sabaha (yasbahuna dalam kedua ayat); arti  kata  kerja
itu  mengandung  pergeseran  dengan gerak pribadi dari benda
yang bergeser. Hal itu  dinamakan  "berenang"  jika  terjadi
dalam air, dan dinamakan bergeser dengan gerakan anggautanya
jika pergeseran itu terjadi di atas bumi.  Untuk  pergeseran
dalam angkasa, orang tidak dapat menunjukkan maksud tersebut
kecuali dengan memakai arti  yang  asli.  Dengan  cara  ini,
rasanya tak ada kekeliruan, karena pertimbangan-pertimbangan
berikut:

Bulan  berputar  sekitar  dirinya  sendiri  dalam  waktu  ia
melakukan edaran sekitar bumi, kira-kira 29.5 hari, sehingga
ia menunjukkan wajah yang sama kepada penglihatan kita.

Matahari  beredar  sekitar  dirinya  sendiri   dalam   waktu
kira-kira   25  hari.  Terdapat  keistimewaan  edaran  untuk
khatulistiwa dan kutub-kutub.  Kita  tak  akan  membicarakan
perincian   ini,   akan  tetapi  bintang  itu  pada  umumnya
mengandung gerak edar.

Jadi jelas bagi kita bahwa Qur-an terdapat nuansa kata kerja
yang  menunjukkan gerak pribadi daripada matahari dan bulan.
Gerak daripada dua benda samawi telah dibuktikan adanya oleh
hasil-hasil  Sains  modern,  dan  kita  tidak dapat mengerti
bagaimana  seorang  yang  hidup  pada  abad  VII  M.   dapat
mengetahuinya, walaupun orang itu yang pandai pada waktunya,
dan sudah terang Muhammad bukan orang yang paling pandai.

Kadang-kadang  orang  membandingkan   berita   Qur-an   yang
dikuatkan  oleh Sains modern dengan contoh-contoh ahli pikir
zaman kuno yang mengumumkan fakta-fakta yang kemudian diakui
kebenarannya  oleh  Sains.  Mereka tidak dapat sampai kepada
fakta-fakta itu dengan jalan  deduksi;  mereka  itu  memakai
cara  berfikir  filsafat.  Sebagai contoh mereka menyebutkan
pengikut-pengikut  Pythagoras  yang  pada   abad   VI   S.M.
mempertahankan  teori  peredaran  bumi  di  sekitar  dirinya
sendiri dan gerak planet  memutari  matahari;  Sains  modern
membenarkan teori tersebut.

Jika  kita mengikuti kasus para pengikut Pythagoras, menjadi
mudahlah bagi kita untuk  mengatakan  suatu  hipotesa  bahwa
Muhammad  adalah  seorang  ahli  fikir  yang  istimewa, yang
dengan dirinya  sendiri  dapat  mengkhayalkan  hal-hal  yang
kemudian   diungkapkan   oleh  Sains  modern  beberapa  abad
sesudahnya.

Jika kita berbuat begitu, kita lupa menyebutkan  aspek-aspek
lain  tentang hasil-hasil pemikiran para filsuf itu dan lupa
pula menyebutkan kekeliruan-kekeliruan besar terdapat  dalam
karya-karya  mereka. Misalnya saja, para pengikut Pythagoras
mempertahankan teori yang mengatakan  bahwa  matahari  tetap
(tidak  bergerak) dalam angkasa, bahwa matahari adalah pusat
alam dan tak  ada  organisasi  samawi  sekelilingnya.  Sudah
menjadi  kebiasaan  untuk menemukan pada filsuf-filsuf besar
di zaman kuno itu  suatu  campuran  daripada  pendapat  yang
benar  dan  pendapat  yang  salah  tentang kosmos. Hendaknya
gemerlapan yang diberikan  oleh  konsep-konsep  yang  sangat
maju kepada karangan-karangan manusia itu jangan sampai pula
melupakan kita kepada konsep-konsep  yang  salah  yang  juga
diwariskan   oleh   mereka.   Di  sinilah  perbedaan  antara
karangan-karangan para filsuf tersebut dengan Qur-an. Qur-an
menyebutkan bermacam-macam persoalan yang sesuai dengan ilmu
pengetahuan modern, dan sama  sekali  tidak  mengandung  hal
yang   bertentangan   dengan   Sains   yang   sudah   diakui
kebenarannya pada waktu ini.

URUTAN-URUTAN ANTARA SIANG DAN MALAM

Pada waktu manusia menganggap bahwa bumi itu pusat alam  dan
matahari  itu  bergerak  di  sekitar  bumi, siapa yang tidak
menyebutkan matahari dalam membicarakan  urut-urutan  antara
siang dan malam? Tetapi hal semacam itu tidak terdapat dalam
Qur-an. Qur-an  membicarakan  urut-urutan  siang  dan  malam
sebagai benkut:

Surat 7 ayat 54:
                                              [Tulisan Arab]

Artinya: "Dia menutupkan malam kepada siang yang
          mengikutinya dengan cepat."
                                              [Tulisan Arab]

Artinya: "Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar)
          bagi mereka adalah malam. Kami tanggalkan siang
          dan malam itu, maka dengan serta merta mereka
          berada dalam kegelapan."

Surat 31 ayat 29 :
                                              [Tulisan Arab]

Artinya: "Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya
          Allah memasukkan malam kedalam siang dan
          memasukkan siang kedalam malam, dan Ia mudahkan
          (perjalanan) matahari dan bulan? Tiap-tiap suatu
          berjalan hingga satu tempat yang ditentukan ..."

Surat 39 ayat 5:
                                              [Tulisan Arab]

Artinya: "Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan
          siang atas malam."

Ayat pertama tidak memerlukan penjelasan. Ayat  kedua  hanya
memberi  gambaran.  Ayat  ketiga  dan  keempat dapat menarik
perhatian  tentang  penggulungan  malam  kepada  siang   dan
penggulungan siang kepada malam.

Penggulungan  (enrouler,  bahasa  Perancis) seperti terdapat
dalam terjemahan R. Blachete nampaknya melupakan  terjemahan
yang  paling  baik  untuk kata kerja bahasa Arab "kawwara. "
Arti dasar daripada kata kerja itu ialah rnenggulung  serban
berbundar-bundar  di  atas  kepala.  Dalam  kata  lain, arti
menggulung itu tetap ada.

Apakah yang sesungguhnya terjadi di  angkasa?  Seperti  yang
telah  dilihat  dan diambil fotonya oleh astronout-astronout
Amerika dari pesawat  luar  angkasa  mereka,  jauh  daripada
bumi, mulai daripada bulan umpamanya, matahari itu menyinari
secara terus menerus (kecuali dalam keadaan gerhana). Separo
bumi  yang  berhadapan dengannya, sedangkan yang separo lagi
dalam kegelapan. Bumi berputar sekitar dirinya  sendiri  dan
pada waktu itu pancaran sinar tetap berlangsung; satu bagian
(zone) yang diterangi dan merupakan  separo  bumi  melakukan
putaran  sekeliling  bumi  selama 24 jam, sedang yang separo
lagi yang dalam gelap menyelesaikan  perputaran  pada  waktu
yang  sama.  Perputaran  yang terus menerus antara siang dan
malam dilukiskan  dalam  Qur-an  secara  sempurna.  Hal  ini
sekarang  dengan  mudah dapat dimengerti manusia oleh karena
kita mempunyai ide tentang  "diam"  (fixedness)nya  matahari
yang  relatif  serta  ide  tentang  peredaran  bumi.  Proses
penggulungan yang terus-menerus,  dengan  penetrasi  (masuk)
yang  juga  secara terus menerus, dari satu bagian ke bagian
yang lain telah digambarkan oleh  Qur-an,  seakan-akan  pada
waktu  Qur-an  diwahyukan  orang sudah mengetahui bahwa bumi
itu bulat. Pada hakekatnya, pada  waktu  itu  manusia  belum
mengetahui hal tersebut.

Kita  perlu  memberi  tambahan  terhadap  pemikiran  tentang
urut-urutan  siang  dan  malam.  Tambahan  itu  ialah  bahwa
beberapa  ayat  Qur-an menyebutkan beberapa timur dan barat.
Hal ini adalah sekedar diskriptif, oleh karena fenomena  ini
dapat  dilihat  dari pengamatan yang sederhana. Hal tersebut
saya cantumkan di sini dengan maksud untuk  menunjukkan  apa
yang dikandung oleh Qur-an selengkap mungkin

Umpamanya, dalam surat 70 ayat 40:
                                              [Tulisan Arab]

Artinya: "Aku bersumpah dengan Tuhan yang memiliki
          timur dan barat."

dan Surat 55 ayat 17:
                                              [Tulisan Arab]

Arinya: "Tuhan dua timur dan dua barat."

Dalam surat 43 ayat 38, jarak dua  timur  menunjukkan  jarak
yang sangat besar antara dua tempat.

Orang   yang   mengamati  terbit  dan  terbenamnya  matahari
mengetahui  benar  bahwa  matahari  teibit   pada   beberapa
tempat-tempat  yang  berlainan  di  timur,  dan  terbenam di
beberapa tempat  yang  berlainan  di  barat  menurut  musim.
Tanda-tanda   yang  diambil  dari  beberapa  ufuk  (horizon)
menunjukkan   titik-titik   yang   paling   berjauhan   yang
menunjukkan   dua   timur   dan  dua  barat  dan  di  antara
tempat-tempat itu terdapat-titik-titik pertengahan sepanjang
tahun.  Fenomena  yang  disebutkan  di  sini dapat dikatakan
tidak  penting.  Tetapi  yang  perlu   diperhatikan   adalah
mengenai soal-soal lain yang dibahas dalam fasal ini, dimana
didalamnya fenomena-fenomena astronomi yang disebutkan dalam
Qur-an adalah sesuai dengan pengetahuan modern.
 

BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern Dr. Maurice Bucaille Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi Penerbit Bulan Bintang, 1979 Kramat Kwitang I/8 Jakarta
  Indeks Islam | Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota Please direct any suggestion to Media Team

Orbit matahari-bumi

29000000Sabtu07 25 2007

fisika_indonesia

 

Re: [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!!

Ma’rufin Sudibyo

Tue, 15 Aug 2006 19:41:53 -070

 

Mencoba ikut urun pendapat.
ni tulisan lama. Mungkin anda2 yang juga giat di HAAJ
ataupun JAC (keduanya klub astronomi di Indonesia)
pernah membacanya. Disini dicoba digambarkan
konsekuensi2 apa yang akan terjadi bila benar Matahari
bergerak mengelilingi Bumi. Dipilih cuman 4 kasus saja
dan dianggap penyebabnya tetap gravitasi.

***

Kasus 1 :

Asumsikan jarak Bumi - Matahari tetap 150 juta km dan
orbit Matahari mengelilingi Bumi berbentuk lingkaran.
Anggap sifat2 Matahari yang lain (jari2, massa,
luminositas) tetap. Terapkan hukum Kepler 3, kita
dapatkan periode rotasi Bumi sama sekali tidak
berpengaruh terhadap sifat2 orbit Matahari, sehingga
kita tetap bisa menggunakan definisi 1 hari = 24 jam. 

Karena massa Bumi = 5,98 . 10^24 kg maka diperoleh
periode edar Matahari - atau definisi 1 tahun Bumi -
adalah sebesar 18,274 milyar detik alias 211.000 hari
! Jika jumlah hari dalam setahun sebanyak itu, maka
seharusnya kita di Indonesia akan mengalami musim
kemarau sepanjang > 100 ribu hari. 

Jumlah hari sebanyak ini juga sangat berbeda jauh
dengan hasil observasi penyair dan astronom besar Omar
Khayyam dan al-Khazini (abad 6 Hijriyyah / 12 TU) di
observatorium Nizamiah (Baghdad) pada masa daulah
Abbasiyah, yang berhasil menetapkan panjang 1 tahun
syamsiyah (Matahari) = 365 hari dan panjang 1 tahun
qomariyah (Bulan) = 354 hari, dengan ketelitian yang
hanya berbeda 6,5 detik dibanding hasil perhitungan
Paus Gregorius 3 abad kemudian (yang menjadi dasar
pembaharuan kalender Julian menjadi Gregorian). 

Kasus 2

Mari kita atasi persoalan dari kasus 1 tadi dengan
berasumsi periode edar Matahari tetap 365 hari,
sehingga jari2 orbit Matahari-lah yang berubah. Dengan
persamaan yang sama akan didapatkan jarak rata2 Bumi -
Matahari tidak lagi 150 juta km, melainkan hanya 2,16
juta km saja, atau 69 kali lebih dekat ! Karena jari2
Matahari 696.000 km dan jari2 Bumi bisa diabaikan
(karena kecilnya) maka jarak permukaan Bumi dan
permukaan Matahari hanya 1,46 juta km saja.  

Implikasinya sungguh luar biasa. Karena intensitas
panas Matahari berbanding terbalik terhadap jaraknya,
maka dengan jarak yang 69 kali lebih dekat seharusnya
Bumi kita menjadi 4.800 kali lebih panas dari
sekarang, alias bersuhu rata2 9.000 derajat Celcius
dari yang sekarang 20 derajat Celcius. Intensitas
panas yang diterima atmosfer Bumi pun meningkat pesat
dari sekarang 1400 watt per meter persegi menjadi 6,7
Megawatt per meter persegi. Dalam lingkungan seperti
ini, air jelas tidak mungkin berada dalam wujud cair,
apalagi padat. Sangat sulit membayangkan ada makhluk
hidup (yang tubuhnya tersusun oleh senyawa karbon)
yang bisa bertahan dalam lingkungan seperti ini,
karena sudah terbakar menjadi arang. 

Selain itu, dengan jarak rata2 Bumi - Matahari hanya
2,16 juta km, manusia Bumi - kalau masih ada - akan
melihat cakram Matahari memiliki diameter luar biasa
besar = 35,7 derajat, jauh lebih besar dari
diameternya sekarang (0,5 derajat). Jika cakram
Matahari sebesar itu jelas tidak akan pernah terjadi
Gerhana Matahari Total mengingat diameter cakram Bulan
hanyalah 0,5 derajat. Jika Bulan tepat melintas di
ekliptika, kita hanya akan melihat noktah hitam bundar
yang kecil melintas di Matahari, mirip dengan
pemandangan saat terjadinya transit Venus / Merkurius.

Kasus 3

Mari kita atasi persoalan dari kasus 2 tersebut dengan
asumsi diameter cakram Matahari dilihat dari Bumi
tetap 0,5 derajat, sehingga Gerhana Matahari Total
tetap bisa terjadi. Sementara jarak Bumi - Matahari
tetap 2,16 juta km. Dengan demikian diameter Matahari
akan menjadi 18.850 km, tidak jauh berbeda dengan
diameter Bumi yang 12.756 km. Sebuah bintang mungkin
saja memiliki diameter sebesar ini, seperti nampak
dalam bintang2 yang sedang menjalani periode akhir
kehidupannya.

Mari kita anggap juga intensitas panas Matahari yang
sampai ke Bumi tetap bernilai 1.400 watt per meter
persegi seperti berdasar hasil pengamatan saat ini.
Dengan mudah bisa kita hitung intensitas panas di
permukaan Matahari adalah sebesar 13.500 watt per
meter persegi. Dengan suhu rata2 permukaan bumi 20
derajat Celcius, bisa diperhitungkan suhu rata2 di
permukaan Matahari (untuk intensitas panas 13.500 watt
per meter persegi tadi) ' hanya ' sekitar 200 derajat
Celcius atau 470-an Kelvin saja (bandingkan dengan
hasil pengukuran saat ini yang besarnya 6.000 Kelvin).

Jika suhu permukaan Matahari hanya 470-an Kelvin dan
Matahari tetap dianggap sebagai benda hitam
(blackbody) yang mematuhi hukum2 Planck, maka cahaya
dominan yang dipancarkannya memiliki panjang gelombang
61.300 Angstrom, yang berada di spektrum cahaya
inframerah dan sangat sedikit spektrum cahaya tampak
(kurang dari 1 %) yang bisa dipancarkan. Dengan
demikian Bumi (bagi manusia) akan nampak gelap
sepanjang masa karena mata manusia tidak responsif
terhadap cahaya inframerah, yang membuat Matahari
nampak sangat redup meski panasnya tetap terasa.

Kita anggap Matahari tetap tersusun oleh materi ringan
yang didominasi Hidrogen. Pada suhu 470-an Kelvin itu,
Hidrogen memang sudah berwujud gas. Tapi dengan
intensitas panas 13.500 watt per meter persegi, secara
keseluruhan Matahari hanya memancarkan panas sebesar
1,507 . 10^19 watt saja alias hanya sepersepuluh juta
panas produk ledakan sebutir bom Hidrogen. Bandingkan
dengan angka berdasar pengukuran sekarang : 3. 10^26
watt. 

Jika pembangkitan panas dalam Matahari ini tetap
dianggap mematuhi hukum relativitas Einstein, kita
mendapatkan dalam tiap menitnya Matahari hanya sanggup
membakar 10 ton Hidrogen. Padahal, sebagai bintang
dengan massa 1,99 . 10^30 kg, Matahari harus bisa
membakar sedikitnya 265 juta ton Hidrogen per menit
guna menghasilkan foton dengan tekanan radiasi yang
cukup untuk mengimbangi tarikan gravitasi atom2
penyusun Matahari sendiri, sehingga Matahari tidak
mengalami keruntuhan gravitasi dan berubah menjadi
bintang2 yang lebih redup, baik raksasa merah, cebol
putih ataupun bintang neutron. 

Dalam kasus ketiga ini, karena volume pembakaran
Hidrogen dalam Matahari demikian kecil dibanding angka
yang seharusnya, kita menjumpai Matahari yang sedang
mengerut akibat tak sanggup melawan gravitasinya
sendiri. 

Kasus 4

Mari kita modifikasi persoalan dari kasus 3 tadi
dengan berasumsi Matahari tetap membakar 265 juta ton
Hidrogen per menit, sehingga sanggup mengatasi
kekuatan gravitasinya sendiri. Dengan demikian maka
nilai kecepatan cahaya dalam vakum-lah yang harus
berubah. Dengan total panas 1,507 . 10^19 watt,
persamaan Einstein menghasilkan angka kecepatan cahaya
dalam vakum sebesar 1.850 km/detik saja, jauh dari
nilai yang sekarang disepakati (299.792,458 km/detik).

Terus terang, masalahnya jauh lebih besar. Selain
berakibat bahwa efek2 relativistik sudah harus nampak
pada kendaraan2 secepat pesawat terbang , nilai
kecepatan cahaya sekecil ini akan membuat jagat raya
ini runtuh sejak awal penciptaan karena tidak cukup
kuat untuk mendukung pemekarannya. 

Bisa juga kita berasumsi nilai kecepatan cahaya adalah
tetap 299.792,458 km/detik. Konsekuensinya massa
Matahari dalam kasus 3 harus berubah. Karena jelas
permukaan Matahari tersusun oleh gas, anggap
densitasnya juga tetap 1.400 kg per meter kubik, maka
kita akan mendapatkan massa Matahari hanya sebesar 82
% dari massa Bumi kita. Tidak ada bintang dengan
dimensi seukuran planet (Bumi) yang memiliki massa
sekecil ini. Karena jelas dalam tahap evolusi bintang,
bintang2 yang dimensinya mengecil otomatis akan
mengalami kenaikan densitas sehingga menjadi sangat
berat. Bila massanya terlalu kecil, jelas bintang itu
takkan berbentuk lagi, karena tarikan gravitasinya tak
cukup mampu untuk mengumpulkan materi. 

***

Dalam " A Brief History of Time " nya Stephen Hawking,
intinya disebutkan, jagat raya ini (termasuk tata
surya didalamnya) telah di-set demikian rupa hingga
manusia bisa hidup di Bumi dengan nyaman. Inilah asas
antropik. Dari hanya empat kasus ini saja (sebenarnya
amsih bisa dikembangkan lebih luas lagi) kita bsia
melihat konsekuensi yang sangat besar andai Matahari
bergerak mengelilingi Bumi.

salam
Ma'rufin
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com 

===============================================================
**  Arsip          : http://members.tripod.com/~fisika/
**  Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
                     <[EMAIL PROTECTED]>
===============================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/fisika_indonesia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms
[FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi...!! zugarsonic

 

  •  

    Kirimkan email ke


ramadhan

12000000Rabu07 25 2007

puasa ramadhan telah tiba insya allah kita bisa menjalaninya dengan baik amin Baca entri selengkapnya »