bangsa yang besar
tak setuju di wajib kan pakai kondom
1000000Sabtu07 25 2007
Kondom adalah alat untuk orang menjadi selingkuh di belakang istri istri yang syah jadi saya tidak setuju adanya kampanye kondom, memenga kondom membuat aman bagi si pemakai dan yang menggunakannya. itu sama aja free sex di anggap boleh, sebetulnya kondom itu untuk pencegahan kehamilan bagi suami istri yang syah.
Kondom hanya untuk orang sehat, kalau kondom di jadikan alat untuk free sex itu adalah menghalalkan free sex. saya tidak setuju …………..titik dan bagi pengindap HIV,AIDS itu adalah balasan baginya yang tidak mau mengikuti aturan agamanya. dan bagi yang tidak pernah melakukan free sex kena AIDS/HIV itu cobaan baginya. amien semoga di lindungi dari godaan syaetan yang terkutuk …
Orbit matahari-bumi
29000000Sabtu07 25 2007
fisika_indonesia
Re: [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!!
Ma’rufin Sudibyo
Tue, 15 Aug 2006 19:41:53 -070
Mencoba ikut urun pendapat.
ni tulisan lama. Mungkin anda2 yang juga giat di HAAJ ataupun JAC (keduanya klub astronomi di Indonesia) pernah membacanya. Disini dicoba digambarkan konsekuensi2 apa yang akan terjadi bila benar Matahari bergerak mengelilingi Bumi. Dipilih cuman 4 kasus saja dan dianggap penyebabnya tetap gravitasi. *** Kasus 1 : Asumsikan jarak Bumi - Matahari tetap 150 juta km dan orbit Matahari mengelilingi Bumi berbentuk lingkaran. Anggap sifat2 Matahari yang lain (jari2, massa, luminositas) tetap. Terapkan hukum Kepler 3, kita dapatkan periode rotasi Bumi sama sekali tidak berpengaruh terhadap sifat2 orbit Matahari, sehingga kita tetap bisa menggunakan definisi 1 hari = 24 jam. Karena massa Bumi = 5,98 . 10^24 kg maka diperoleh periode edar Matahari - atau definisi 1 tahun Bumi - adalah sebesar 18,274 milyar detik alias 211.000 hari ! Jika jumlah hari dalam setahun sebanyak itu, maka seharusnya kita di Indonesia akan mengalami musim kemarau sepanjang > 100 ribu hari. Jumlah hari sebanyak ini juga sangat berbeda jauh dengan hasil observasi penyair dan astronom besar Omar Khayyam dan al-Khazini (abad 6 Hijriyyah / 12 TU) di observatorium Nizamiah (Baghdad) pada masa daulah Abbasiyah, yang berhasil menetapkan panjang 1 tahun syamsiyah (Matahari) = 365 hari dan panjang 1 tahun qomariyah (Bulan) = 354 hari, dengan ketelitian yang hanya berbeda 6,5 detik dibanding hasil perhitungan Paus Gregorius 3 abad kemudian (yang menjadi dasar pembaharuan kalender Julian menjadi Gregorian). Kasus 2 Mari kita atasi persoalan dari kasus 1 tadi dengan berasumsi periode edar Matahari tetap 365 hari, sehingga jari2 orbit Matahari-lah yang berubah. Dengan persamaan yang sama akan didapatkan jarak rata2 Bumi - Matahari tidak lagi 150 juta km, melainkan hanya 2,16 juta km saja, atau 69 kali lebih dekat ! Karena jari2 Matahari 696.000 km dan jari2 Bumi bisa diabaikan (karena kecilnya) maka jarak permukaan Bumi dan permukaan Matahari hanya 1,46 juta km saja. Implikasinya sungguh luar biasa. Karena intensitas panas Matahari berbanding terbalik terhadap jaraknya, maka dengan jarak yang 69 kali lebih dekat seharusnya Bumi kita menjadi 4.800 kali lebih panas dari sekarang, alias bersuhu rata2 9.000 derajat Celcius dari yang sekarang 20 derajat Celcius. Intensitas panas yang diterima atmosfer Bumi pun meningkat pesat dari sekarang 1400 watt per meter persegi menjadi 6,7 Megawatt per meter persegi. Dalam lingkungan seperti ini, air jelas tidak mungkin berada dalam wujud cair, apalagi padat. Sangat sulit membayangkan ada makhluk hidup (yang tubuhnya tersusun oleh senyawa karbon) yang bisa bertahan dalam lingkungan seperti ini, karena sudah terbakar menjadi arang. Selain itu, dengan jarak rata2 Bumi - Matahari hanya 2,16 juta km, manusia Bumi - kalau masih ada - akan melihat cakram Matahari memiliki diameter luar biasa besar = 35,7 derajat, jauh lebih besar dari diameternya sekarang (0,5 derajat). Jika cakram Matahari sebesar itu jelas tidak akan pernah terjadi Gerhana Matahari Total mengingat diameter cakram Bulan hanyalah 0,5 derajat. Jika Bulan tepat melintas di ekliptika, kita hanya akan melihat noktah hitam bundar yang kecil melintas di Matahari, mirip dengan pemandangan saat terjadinya transit Venus / Merkurius. Kasus 3 Mari kita atasi persoalan dari kasus 2 tersebut dengan asumsi diameter cakram Matahari dilihat dari Bumi tetap 0,5 derajat, sehingga Gerhana Matahari Total tetap bisa terjadi. Sementara jarak Bumi - Matahari tetap 2,16 juta km. Dengan demikian diameter Matahari akan menjadi 18.850 km, tidak jauh berbeda dengan diameter Bumi yang 12.756 km. Sebuah bintang mungkin saja memiliki diameter sebesar ini, seperti nampak dalam bintang2 yang sedang menjalani periode akhir kehidupannya. Mari kita anggap juga intensitas panas Matahari yang sampai ke Bumi tetap bernilai 1.400 watt per meter persegi seperti berdasar hasil pengamatan saat ini. Dengan mudah bisa kita hitung intensitas panas di permukaan Matahari adalah sebesar 13.500 watt per meter persegi. Dengan suhu rata2 permukaan bumi 20 derajat Celcius, bisa diperhitungkan suhu rata2 di permukaan Matahari (untuk intensitas panas 13.500 watt per meter persegi tadi) ' hanya ' sekitar 200 derajat Celcius atau 470-an Kelvin saja (bandingkan dengan hasil pengukuran saat ini yang besarnya 6.000 Kelvin). Jika suhu permukaan Matahari hanya 470-an Kelvin dan Matahari tetap dianggap sebagai benda hitam (blackbody) yang mematuhi hukum2 Planck, maka cahaya dominan yang dipancarkannya memiliki panjang gelombang 61.300 Angstrom, yang berada di spektrum cahaya inframerah dan sangat sedikit spektrum cahaya tampak (kurang dari 1 %) yang bisa dipancarkan. Dengan demikian Bumi (bagi manusia) akan nampak gelap sepanjang masa karena mata manusia tidak responsif terhadap cahaya inframerah, yang membuat Matahari nampak sangat redup meski panasnya tetap terasa. Kita anggap Matahari tetap tersusun oleh materi ringan yang didominasi Hidrogen. Pada suhu 470-an Kelvin itu, Hidrogen memang sudah berwujud gas. Tapi dengan intensitas panas 13.500 watt per meter persegi, secara keseluruhan Matahari hanya memancarkan panas sebesar 1,507 . 10^19 watt saja alias hanya sepersepuluh juta panas produk ledakan sebutir bom Hidrogen. Bandingkan dengan angka berdasar pengukuran sekarang : 3. 10^26 watt. Jika pembangkitan panas dalam Matahari ini tetap dianggap mematuhi hukum relativitas Einstein, kita mendapatkan dalam tiap menitnya Matahari hanya sanggup membakar 10 ton Hidrogen. Padahal, sebagai bintang dengan massa 1,99 . 10^30 kg, Matahari harus bisa membakar sedikitnya 265 juta ton Hidrogen per menit guna menghasilkan foton dengan tekanan radiasi yang cukup untuk mengimbangi tarikan gravitasi atom2 penyusun Matahari sendiri, sehingga Matahari tidak mengalami keruntuhan gravitasi dan berubah menjadi bintang2 yang lebih redup, baik raksasa merah, cebol putih ataupun bintang neutron. Dalam kasus ketiga ini, karena volume pembakaran Hidrogen dalam Matahari demikian kecil dibanding angka yang seharusnya, kita menjumpai Matahari yang sedang mengerut akibat tak sanggup melawan gravitasinya sendiri. Kasus 4 Mari kita modifikasi persoalan dari kasus 3 tadi dengan berasumsi Matahari tetap membakar 265 juta ton Hidrogen per menit, sehingga sanggup mengatasi kekuatan gravitasinya sendiri. Dengan demikian maka nilai kecepatan cahaya dalam vakum-lah yang harus berubah. Dengan total panas 1,507 . 10^19 watt, persamaan Einstein menghasilkan angka kecepatan cahaya dalam vakum sebesar 1.850 km/detik saja, jauh dari nilai yang sekarang disepakati (299.792,458 km/detik). Terus terang, masalahnya jauh lebih besar. Selain berakibat bahwa efek2 relativistik sudah harus nampak pada kendaraan2 secepat pesawat terbang , nilai kecepatan cahaya sekecil ini akan membuat jagat raya ini runtuh sejak awal penciptaan karena tidak cukup kuat untuk mendukung pemekarannya. Bisa juga kita berasumsi nilai kecepatan cahaya adalah tetap 299.792,458 km/detik. Konsekuensinya massa Matahari dalam kasus 3 harus berubah. Karena jelas permukaan Matahari tersusun oleh gas, anggap densitasnya juga tetap 1.400 kg per meter kubik, maka kita akan mendapatkan massa Matahari hanya sebesar 82 % dari massa Bumi kita. Tidak ada bintang dengan dimensi seukuran planet (Bumi) yang memiliki massa sekecil ini. Karena jelas dalam tahap evolusi bintang, bintang2 yang dimensinya mengecil otomatis akan mengalami kenaikan densitas sehingga menjadi sangat berat. Bila massanya terlalu kecil, jelas bintang itu takkan berbentuk lagi, karena tarikan gravitasinya tak cukup mampu untuk mengumpulkan materi. *** Dalam " A Brief History of Time " nya Stephen Hawking, intinya disebutkan, jagat raya ini (termasuk tata surya didalamnya) telah di-set demikian rupa hingga manusia bisa hidup di Bumi dengan nyaman. Inilah asas antropik. Dari hanya empat kasus ini saja (sebenarnya amsih bisa dikembangkan lebih luas lagi) kita bsia melihat konsekuensi yang sangat besar andai Matahari bergerak mengelilingi Bumi. salam
Ma'rufin __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com =============================================================== ** Arsip : http://members.tripod.com/~fisika/ ** Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke : <[EMAIL PROTECTED]> =============================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/fisika_indonesia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms
[FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi...!! zugarsonic
-
-
-
-
-
-
-
- Re: [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! zainul abidin
- Re: [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! paul sugiharto
- [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! awam_k
- [FISIKA] Thin red line between Physics and Biology titikbalikperadaban
- Re: [FISIKA] Thin red line between Physics and Biology zainul abidin
- Re: [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! zainul abidin
- [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! awam_k
- Re: [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! zainul abidin
- Re: [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! zainul abidin
-
Re: [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! Ma’rufin Sudibyo
- [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! awam_k
- Re: [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! zainul abidin
- Re: [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! Ma’rufin Sudibyo
- Re: [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! zainul abidin
- [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! zugarsonic
- [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! awam_k
- Re: [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!!+Sambungan zainul abidin
-
-
- Re: [FISIKA] Re: Terusan: [astronomi_indonesia] Matahari Mengelilingi Bumi…!! Andri Fitriyadi
-
-
-
-
Ditulis oleh Copyright ud.tojiri mandiri 
